Senja kali ini tetap ada, namun awan hitam menghalanginya
Senjaku telah kembali, namun jinggaku mati
Jinggaku tertinggal, awan hitam menertawakan
Senja masih hadir diantara kita
Namun jingga telah lenyap ditelan masa
Senja mengibaratkan kita yang masih hidup
Dan, jingga mengibaratkan kenangan yang telah redup
Awan hitam lebih mendominasi diantara kita
Pertanda kesedihan hadir menemani kita
Petir menyambar sang batu
Namun batu tetap berdiri kaku
Hujan turun sangat deras
Menandakan aku harus bergegas
Batu tak lebih dari sosok dirimu
Yang tetap angkuh dengan kehadiranku
Meski aku berada di hadapanmu
Tapi kita tak saling merengkuh
Aku tak mendapati pelangi setelah hujan
Atau sejuk menenangkan
Yang ku dapatkan hanya gersang
Meski hujan telah datang
Aku tak kunjung mendapati dirimu
Meski kamu terus hadir dalam keseharianku
Justru kamu membuatku semakin sendu
Karena kehadiranmu semu.
Aku butuh senja dengan jingga merona
Atau hujan tenang diikuti pelangi terang setelahnya
Namun semua hanya tinggal harapan
Sebab petir menyambar
Dan, kilat melenyapkan.
No comments:
Post a Comment