Pages

12/31/2012

Selamat tahun baru 2013


Selamat tahun baru 2013. Happy New Year. 新年好. glückliches neues Jahr. Gelukkig Nieuwjaar. 새해 복 많이 받으세요. Selamat tahun baru, semoga tahun ini menjadi tahun kita. Segala keinginan kita tercapai. Semoga hari ini lebih baik dari kemarin, dan esok lebih baik dari hari ini. Semoga Tuhan selalu menyertai kita. Semoga kebahagiaan selalu bersama kita. Jangan cuma berdoa, tapi juga usaha. Doa tanpa usaha, bohong. Usaha tanpa doa, sombong. Selamat tahun baru juga untuk kamu yang ada dihatiku dan keberadaanmu yang tidak ku tahu.

Page 366 of 366

Page 366 of 366. Tidak terasa ya, sudah ada di penghujung tahun. Semua terasa cepat berlalu, karena aku merasa begitu bahagia melewatinya, mungkin. Yang jelas tahun ini tak lagi abu dengan hadirnya dirimu. Kesempatan itu, kesempatan yang pernah ku terima, kesempatan memilikimu, tidak hanya tinggal kenangan saja. Bahkan kenangan itu hidup, menemani hari hariku. Rasa itu, rasa yang pernah ada, rasa yang tersimpan rapi seperti kotak annive pertama kita. Semuanya akan terus seperti itu, membeku disana, hingga waktu yang membuka kotak tersebut. Tapi aku tidak akan pernah rela jika waktu yang menetralisir perasaan ini, atau jarak yang terus menghalangi kita. Aku hanya ingin tetap bersamamu di esok hari hingga seterusnya. Meskipun dengan kisah yang berbeda. Walaupun tak bisa lagi utuh seperti dahulu, setidaknya kita masih bisa menjadi kita dalam kosakata yang sama dan makna yang berbeda. Bukannya memang lebih baik seperti itu? Daripada kita harus saling bertatap dalam diam seakan tak pernah ada kata yang terlontar diantara kita. Andai kau tahu, sekarang ataupun kemarin, perasaan itu tak pernah berbeda, tidak pernah kurang sedikitpun. Memang, selama ini aku tidak pernah langsung mengatakannya, tapi tidak bisakah kau memaknainya? Dengan sikapku yang acuh, bukan berarti aku tidak peduli, justru aku mengamati, aku merasakan apa yang terjadi. Dalam diam akupun berdoa semoga esok bisa lebih baik daripada hari ini. Semoga esok menjadi hari kita. Hari dimana kita memulai yang baru, bersama. Karena hanya dengan bersamamu segalanya terasa lebih berbeda. Segala sesuatunya lebih indah. Di setiap detiknya lebih bermakna. Selamat tahun baru.

12/30/2012

Penantian

Di penghujung tahun, tetap saja, tak ku dapati dirimu. Lorong lorong telah ku telusuri, tapi nihil, yang ada hanyalah sepi, seorang diri. Harus sampai kapan aku mencari? Dan sampai saat ini kau tak ku dapati. Hidupku habis dalam penantian, aku mati dalam ketepurukan. Hidup ini terlalu sunyi, seakan aku mati. Tapi kau tak pernah peduli, justru berpaling ke lain hati. Aku sadar, apa yang ku jalani hanyalah sia sia. Dan selama ini aku hanya hidup dalam kenangan. Hidupku indah, aku tahu itu. Tapi tanpamu itu hanyalah sebatas kata kata tanpa makna. Aku ingin bahagia tanpamu, walau itu palsu. Setidaknya aku tidak akan lagi menanti, menangisi yang telah pergi. Aku ingin kembali jatuh cinta, tapi bukan denganmu.

12/28/2012

Catatan 2012

Hai. Udah dipenghujung tahun nih. Gimana tahun ini? asyik? Apa sih kenangan yang kalian dapat dari 2012? Oh ya, ngomong ngomong soal kenangan tau engga sih kenapa Tuhan ngasih musim hujan diakhir tahun? Mungkin karena Tuhan ingin kita menghapus yang lalu, dan memulai yang baru. Tapi, bukan berarti kita melupakan kenagan, hanya saja jangan sampai berlarut larut. Apalagi yang masih kepicut mantan, ya seperti saya lah haha. Oh ya, sudah ada resolusi untuk tahun depan, belum? Ya, yang jelas kita hanya mengharapkan yang terbaik untuk tahun 2013. Jangan cuma berharap loh dear, tapi juga berusaha. Kalo perlu kita membuat list peerbaikan. Ya, jangan semakin tua saja, tapi semakin benar juga.
Yang sudah punya pacar.., semoga kalian langgeng yah, jangan berantem terus, makin sweet deh, mau lebih mengerti apa maunya dia, jangan over, jangan cuek juga. okesip
Buat yang jomblo kepincut mantan nih; semoga kalian bisa melupakan mantan dengan segera, jangan terlalu berusaha keras untuk melupakan seseorang, justru itu membuat kalian semakin sering mengingat sang mantan. Kalo memang kalian belum ingin move on, ya semoga saja kalian bisa balikan. Tapi, kalian pasti tau dong apa konsekuensinya
Buat para jomblo yang belum ada yang nembak, jangan khawatir, didunia ini masih banyak orang ko. Kalian pasti dapat seseorang seperti yang kalian inginkan. Bukan karena kalian jelek atau apa, mungkin Tuhan sedang mempersiapkan pendamping untuk kalian. Hmm.. Apa kalian merasa ada yang kurang di diri kalian? kalian itu manusia manusia paling cantik, keren, ganteng, kece! Engga percaya? Coba kalian cari ada engga yang sama seperti kalian. Engga kan? Ya, kecuali yang memang kembar. Kalian itu diciptakan Tuhan dengan  bentuk yang unik, buktinya engga ada yang sama seperti diri kalian masing masing.
Buat yang takut nembak nih. Saya saranin yah, cepetan deh tembak gebetan kalian. Masa takut sebelum perang sih. Lagipula ya, kalian engga akan tau jawabannya sebelum mencoba. So, coba deketin dia, engga usah lama lama, nanti keburu basi. Dan, jangan romantis pas PDKT aja, kalo kalian sudah pacaran, kalian harus bisa lebih dari waktu PDKT. Membuat pasangan kalian lebih bahagia engga mesti dengan uang ko, justru memang bukan sama sekali karena uang. Tapi, karena sikap kalian kemereka.

12/27/2012

Kebungkaman



Didalam keheninganku, aku masih mengingat dirimu. Aku tidak bersuara satu katapun, bukan berarti aku tidak merasa. Aku, hanyalah manusia, yang berkekurangan. Dan kamu, seseorang yang kedatangannya selalu kuharapkan. Didalam keheningan ku aku masih mendengar suara mu, mendengar deru nafas mu. Tetap, aku tak bersuara, aku hanya berharap dalam diam. Dalam hening, aku merasakan. Aku tak bersuara bukan berarti aku tidak peduli, justru aku mengamati. Aku akan terus diam dan diam hingga kau menyadari; betapa pentingnya kau bagi diri ini. Aku tidak akan menduakan, tentu saja tidak. Untuk apa aku mendua bila akhirnya hatiku tetap memilihmu. Di keheninganku, aku berharap setiamu masih utuh untukku.


sumber gambar: novel kala kali

Bukan mencintai, melainkan cara mencintainya yang melelahkan




Bukan mencintai, melainkan cara mencintainya yang melelahkan. Saya membaca kalimat ini di buku Kala-Kali. Kata kata ini benar, sangat benar, dan ketika saya membaca ini, saya mengingat seseorang yang saya cintai, bahkan hingga detik ini. Hmm.. Mungkin ada sepenggal kata untuk dirinya disana.

Aku, adalah penyanyi, yang berteriak sendiri dalam nyanyianku. Meskipun begitu kau tetap tak menghiraukanku. Dan kau asik dengan tarianmu sendiri, sedangkan aku, terabaikan. Aku, adalah penyanyi, dengan suara ku yang kian parau, tetap, ku nyanyikan lagu untukmu. Aku terus bernyanyi hingga aku menyadari semuanya hanya sia-sia. Aku telah lelah untuk hanya sekedar mengucapkan kata didalam nyanyianku sendiri. Suara ku parau, tetap kau anggap aku sedang bergurau.Lagu ini terlalu sulit utnuk ku selesaikan. Ditambah kau yang tidak mendengarkan. Lalu apa gunanya aku menyanyikan?

Ara's Story

Part 4: Hari kedua pacaran

"Ya, pinjam hapemu dong" pinta Aya. "Ambil aja ditas" Lalu Aya beralih ke tas Ara dan dia menemukan ponsel tersebut di resleting pertama, tempat biasa Ara menyimpan ponselnya. Aya meminjam ponsel Ara untuk meminta satu sms untuk mamahnya, tetapi Aya tidak sengaja melihat tulisan 'my beloved Ian?' Ian? Aya terkejut melihat tulisan tersebut. Aya melirik Ara sebentar untuk memastikan, ah ternyata Ara masih sibuk dengan tugasnya. Aya lalu membuka pesan singkat dari Ian. "Ya ampun ternyata ini anak udah pacaran" kata Aya dengan volume sedikit keras. Ara sontak menoleh, ia lupa menghapus pesan dari Ian. Sebetulnya memang ia tidak ingin menghapus pesan tersebut, biarkan itu tetap ada disana. "Eh, liat apa lu?" tanya Ara. "Lu udah jadian sama Ian? Astaga tega ya engga cerita cerita. Utang cerita lu sama gue" protes Aya. Ara malu jika yang lainnya mendengar, apalagi sebentar lagi bel masuk akan berdering, dan pastinya anak anak sudah berada didalam kelas. "Sssstt.. kata Ara sambil menempelkan jarinya ke bibir. Jangan berisik" lanjut Ara. Aya lalu menoleh ke belakang, dan mendapati Ian sedang ngobrol dengan Adit, teman sebangkunya "Eh, lu jadian sama Ara?" tanya Aya kepada Ian "Iya" jawab Ian dengan santainya. "WEY IAN SAMA ARA UDAH JADIAN WEY!!!!" Teriak Aya didepan kelas. Ara lantas menarik tangan Aya. "Kringg!!!" Bel masuk berbunyi. Ara bersyukur bel segera berbunyi, setidaknya ia tidak jadi bulan-bulanan saat ini. Setelah Aya duduk dikursinya, lalu Ara menyubit lengan Aya dan berkata "Rese!" Aya hanya tertawa melihat temannya tersebut, ada rasa bahagia dan geli juga. "Akhirnya jadian juga mereka" kata Aya diam diam

Dan, benar saja, satu hari ini Ara dan Ian terus menjadi bahan godaan satu kelas. Ada rasa senang meliputi diri Ara, tetapi ada rasa malu sekaligus kesal juga.

Sepulang sekolah Ian menyempatkan diri untuk sekedar mengobrol dengan Ara. "Ra, langsung pulang?" tanya Ian. "Engga, gua mau les nanti, ini kan hari selasa" jawab Ara masih sibuk membereskan alat tulisnya. "Oh iya, udah selesai kan beresin bukunya? kebawah yuk" ajak Ian "Ayo" jawab Ara. Baru saja Ian dan Ara melangkahkan kakinya keluar, tiba tiba Aya berkata "Kayanya disini engga cuma kalian berdua ya" ucap Aya pura pura jutek. Ara dan Ian memberhentikan langkahnya dan tertawa bersamaan "Oh iya, turun yuk Aya, imut" kata Ara merayu "Udah ayo turun, Ya, lama bener" tambah Ian. Lalu Aya menghampiri mereka berdua "Kalian yang langgeng ya, gue seneng liat kalian kaya gini" Kata Aya. Kemudia Ian dan Ara mengamini perkataan Aya. "Lu juga cepetan ya cari cowo, biar engga jadi nyamuk kita" kata Ian sambil bercanda "Kurang ajar lu, Ian!" jawab Aya "Udah ih, udah, ayo Ya kita berangkat les, nanti telat lagi" kata Aya "Yaudah hati-hati ya, Ra" kata Ian "Cuma sama Ara doang nih? Sama gue engga?" Tanya Aya. "Iya, lo juga hati hati" Lalu mereka tertawa bersamaa. Kemudan Aya dan Ara segera berangkat ke tempat lesnya. Dan Ian pulang kerumahnya.

Ara's Story

Part 3: Hari pengungkapan

Ara yang sedang asyik menonton TV tiba tiba merasakan getaran dari ponselnya. "Ra, lagi apa? Ternyata itu adalah pesan dari Ian. Kemudian Ara membalas sms tersebut "nonton tv aja, lu?" Ara merasa janggal. Tidak biasanya Ian mengirim pesan seperti itu. Mereka memang dekat, tentu, tetapi rasanya baru kali ini ia mendapat pesan seperti itu dari Ian. Tidak lama kemudian Ian membalas pesan Ara "Tiduran saja, boleh gua ngomong sesuatu?" Deg.. Ara semakin gelisah. Sepertinya akan ada hal yang serius kali ini. "Boleh, ngomong aja" balas Ara. Diseberang sana Ian sedang mengumpulkan tenaga hanya untuk mengetik beberapa kalimat untuk Ara. Sepertinya baru kali ini Ian merasakan sekali detak jantungnya memompa begitu cepat. Ada rasa gelisah menyertai dirinya "Gue suka sama lo" Hanya kalimat itu yang berhasil Ian ketik untuk Ara. Ara, yang menerima langsung pesan tersebut terkejut. Ia lalu mengucakkan matanya untuk mematiskan. Ternyata benar, itu adalah pesan dari Ian. Ara yang masih tidak yakin dengan pengakuan Ian lalu membalas sms tersebut "Ian? maksud lu apa?" Ara  hanya bisa menunggu balasan dari Ian, tetapi, ia pun berharap bahwa itu benar benar Ian, bukan dibajak, atau semacamnya. "Ra, gue serius, gue suka sama lu, gue gatau kapan gue mulai suka sama lu, yang jelas, perasaan itu ada Ra, bukan hanya sekedar teman aja, tapi lebih" Ara, menerima pesan tersebut dengan bersuka cita. Baru kali ini ia merasakan gembira yang berbeda. Cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, cintanya terbalas. Sepertinya, Ara harus mengungkapkan perasaannya juga, ia lalu cepat cepat membalas pesan Ian "Ian, percaya atau engga, gue juga sama lo". Ian tak kalah gembiranya, ternyata perasaanya terbalas "yakin, Ra?" tanya Ian memastikan. "Apakah ada yang perlu dibohongi disini?" balas Ara. Ian lega, ia lalu mengumpulkan tenaganya lagi untuk mengetik balasan "hmm.. Ra, mau engga jadi pacar gue?" Yap! Ian nembak Ara! ia ingin status hubungannya yang tadinya hanya sebatas teman, menjadi lebih dari itu. Arapun sama halnya dengan Ian, ia ingin mempunyai status yang lebih spesial. Lalu Ara membalas pesan Ian "Ya, gue mau". Mulai detik ini, hari ini, bulan ini, tahun ini, status Ara adalah IN RELATIONSHIP WITH IAN. Tidak ada yang tahu bagaimana perasaan ini. Tidak ada yang tahu seberapa gembiranya hati ini meskipun orang orang pernah mengalaminya. Kebahagiaan, rasa bersyukur ini, tidak bisa diungkapkan oleh kata kata, ia hanya bisa dirasakan.

12/26/2012

Puisi

Rindu
Rindu yang kian membelunggu. Menutupi relung hatiku. Adakah jalan yang bisa ku tempuh untuk menemuimu? Aku disini masih menantimu. Masih setia menunggu kedatanganmu. Rindu yang semakin lama semakin membelunggu. Membuat otakku menjadi lumpuh. Kapan kau kembali hadir seperti dahulu? Aku rindu kepadamu, tentang apa yang ada didirimu. Semuanya seperti nikotin bagiku, dan aku kecanduan akan dirimu. Kemana lagi aku harus mencarimu? Sulit aku jelaskan apa yang aku rasakan. Aku masih mencintaimu, tentu. Tapi, apa yang harus ku perjuangkan? sedangkan aku tak kunjung menemukan.

Ara's Story

Part 2: Hari sakit Ara



"Ya, bilangin gue sakit ya" begitu isi pesan dari Ara untuk Aya, teman sebangkunya. Hari ini Ara tidak masuk sekolah karena sakit. Sebenarnya ia ingin sekali masuk, karena ia tidak ingin ketinggalan pelajaran dan tak lain yaitu ingin ketemu Ian. Tetapi, dokter bilang Ara harus istirahat terlebih dahulu, jadi dia mengikutin perkataan dokter atau penyakitnya tambah parah.

Jam pulang sekolah sudah sejak satu jam yang lalu. Tiba tiba ponsel Ara bergetar, tanda sms masuk. "Ra, lu sakit apa?" Ternyata pesan itu adalah dari Ian. Betapa senanganya Ara mendapatkan pesan singkat tersebut. Lalu Ara segera mengetik balesan untuk Ian "Biasa yan, maag gue, terus badan gue lemes banget". Ara memang mempunyai penyakit maag yang cukup parah. Dan tidak perlu menunggu lama pesan tersebut di balas oleh Ian "oh.. Cepet sembuh, ya" begitu isinya. "Iya, terimakasih.Oh ya, tadi ada tugas apa?" Sebenarnya Ara sudah tahu ada tugas apa saja hari ini. Tetapi, ia berpura-pura tidak tahu agar ia dapat berkomunikasi dengan Ian lebih lama. "Rasanya jika tidak bertemu seseorang yang kita suka satu hari aja, ada yang berbeda ya" kata Ara berbicara sendiri. Tidak lama kemudian ada pesan masuk, siapa lagi kalo bukan Ian. "Tadi ada ulangan TIK, terus ngoreksi MTK yang tugas minggu kemarin, PKN sama bahasa Indonesia cuma mencatat aja" isi balasan Ian. "Oh.. ulangan TIK susah engga?" Tanya Ara masih ingin berlama lama SMS-an dengan Ian."Tidak, gampang ko". Ara tidak mempunyai ide lain untuk mencari bahan pembicaraan. Dan, akhirnya Ara hanya membalas "Terimakasih". Ara fikir nanti Ian hanya membalas 'sama sama' saja, tapi ia salah, Ian membalas lebih dari itu; "Oke, sama sama, jangan lupa minum obat, cepat sembuh ya". Ara sangat senang menerima balasan seperti itu. Siapa coba yang tidak senang mendapatkan balasan seperti itu, apalagi orang itu adalah orang yang kita cintai. Ara segera membalas sms Ian "Iya Ian" Dan, selesai. Hanya sampai disitu. Tapi, sebelum Ara tidur, kata kata Ian terus membayangi fikirannya "minum obat ya, cepet sembuh" kata Ara kepada dirinya sendiri dan masih dengan senyumannya.

                                                                          ****



Keesokan harinya Ara sudah merasa lebih baik. Ia tidak ingin membuang buang waktu. Ia masuk sekolah hari ini. Setelah Ara meletakkan tasnya diatas meja, tiba tiba Ian mencolek punggung Ara dari belakang, Ara lantas menoleh. "Sudah sembuh?" tanya Ian. Sudah, apalagi dengan melihat kamu pagi ini, membuat aku lebih bersemangat menjalani hari hari ku. Ara tidak langsung berbicara seperti itu, Ia hanya berkata "Sudah" Tidak lupa ia melemparkan senyumnya ke Ian. "Alhamdulillah" jawab Ian. Tiba tiba Aya menghampiri mereka dengan membawa beberapa lembar kertas "Ini, hasil ulangan TIK kemarin" Kata Aya lalu memberikan selembar kertas untuk Ian. "Gue lihat, Ian" Pinta Ara."Nih, liat ini" Kata Ian sambil menunjukan nilainya. "Katanya gampang, ko cuma dapet segini?" protes Ara. Ara fikir nilai Ian besar, ternyata, Ian hanya mendapatkan nilai 79. "Iya memang gampang, makanya sampe dapet nilai segitu" balas Ian sambil tertawa. Ian.. Ian.. Ada ada saja kamu. Andai kamu tahu perasaan ini, ian, apa kamu masih bersikap terus seperti ini? Aku mencintaimu, ian, sekarang, semoga sampai nanti. Mungkin aku akan kehilangan kamu nantinya. Tapi sebelum itu terjadi, aku akan selalu menjadi teman kamu, bersenda gurau, sampai saatnya aku bisa merelakan perasaan ini, dan hanya terus sebagai temanmu saja, tanpa ada yang spesial.

Ara's Story

Part 1
Ara, gaadis yang mempunyai banyak mimpi. Seorang gadis yang mempunyai tujuan hidup. Berpegang teguh pada prinsip dan pengalaman. Menurut dia pengalaman adalah guru terhebat yang belum tentu orang lain dapatkan. Ara adalah perempuan yang terbilang tertutup dengan kepribadiannya. Namun begitu, ia mempunyai banyak teman, laki laki maupun perempuan. Sebanyak apapun ia mempunyai teman laki laki, tetapi ia hanya menempatkan satu laki laki dihatinya; Ian. Ian adalah laki laki humoris, terbuka, dan baik. Mereka berdua adalah teman satu kelas. Dan, begitupun dengan Ian, ia juga mencintai Ara. Tapi, sampai saat ini Ian tak kunjung mengatakan perasaannya.


"Ra, yan, main tebak tebakan yuk" kata Febri, teman mereka.
"Tebak tebakan apa?" tanya Ara
"Apa aja, ya?" balas Febri.
"oke" jawab Ian dan Ara.
"Tebak film, ya?" kata Febri "Hmm.. ini seringkali ditayangin di stasiun tv saat menjelang natal" lanjut Febri.
"Home alone?" Jawab Ara ragu.
"Bukan, salah" kata Febri "Apa lu yan, tau engga?" tanyanya kepada Ian
"Natal? ya pasti film tentang Yesus lah, ya kan? ya dong, pasti gue bener!"
"Salah! Salah besar" Jawab Febri. Ian hanya mendengus mendengar jawabannya salah.
"Yaudah kasih tau ciri ciri yang lain dong, Feb" kata Ara
"Ok, film ini sedih, ada cewe yang terkena penyakit, pokonya cewe ini bakal mati" lanjut Febri
"Ah, gue tau, Buku harian Nayla, kan?" Jawab Ara bersemangat
"Iya, betul!"
Ian lantas mendengus, Ian yang notabanenyya tidak suka dengan sinetron lantas berkata "Ah, curang, Sinetron, mana tau gue" kata Ian
"Ih, ini bukan hanya sekedar sinetron, ini film bagus, gue aja suka sampe nangis gitu" jawab Febri
"Ah, itu sih lu yang lebay, cewe mah suka kaya gitu, apa apa nangis"
"yeee gitu gitu lu suka sama cewe, yakan?" sekarang ganti Ara yang jawab
"Ya iyalah, iyakali gua homo"
Febri dan Ara lantas tertawa mendengar jawaban Ian, sebenarnya terlebih karena wajah Ian yang menggemaskan.
Ara lalu menoleh ke arah Ian, tidak sengaja Ian menoleh ke arah Ara. Mereka sering meanatap satu sama lain. Merasakan getarannya masing masing. Ara tidak ingin kehilangan Ian sebagai temannya. Namun, Ara juga tidak ingin perasaanya hanya bertepuk sebelah tangan. "Ian, andai gue bisa baca fikiran lo, gue pengen tau apa yang sedang lu fikirin sekarang" Lirih Ara dalam hati.

12/25/2012

Amel's Story

Part 1: Ulangtahun Saputra
Ini adalah alkisah seorang perempuan yang mencintai teman lamanya sendiri dalam diam. Laki laki itu bernama Saputra. Amel sendiri mempunyai empat sahabat; Mega, Riani, Aisyah, Diah. Dan, Saputra sendiri adalah teman masa kecilnya sekaligus cinta pertamanya. Entah sejak kapan perasaan itu mulai muncul menemani hari harinya. Menurutnya, cintanya hanyalah cinta yang tak pernah terungkapkan dan hanya menjadi cinta yang terus membungkam. Cinta.. banyak sekali orang orang berbicara dengan cinta, jadi bagaimana ia bisa tahu kala ia sedang jatuh cinta? Terkadang, cinta disalah artikan oleh beberapa orang.

Seperti yang dikatan di awal, Saputra hanyalah teman lama Amel. Saat ini mereka masih berteman, tentu. Hanya saja mereka tidak sedekat dahulu. Ada jarak yang membatasi. Apalagi dengan hadirnya wanita lain yang menemani hari hari Saputra, hanya menambah luka dihati. Jika ini bukan cinta, mengapa ada sakit disaat dia tak ku miliki?

"Hari ini Saputra ulang tahun, Tuhan. Lalu aku harus bagaimana?" lirih Amel. Amel memutar otak untuk mencari cara agar ia bisa mengucapkan selamat ulang tahun ke Saputra tanpa ia mengetahui siapa dirinya. "Ah iya, sms dengan nomor lain tanpa beritahu identitas" Ya, ini dia ide yang tiba tiba muncul dari otaknya. Tria lalu segera mengetiknya "Hai.. Selamat ulangtahun, sehat selalu, makin makin, WYATB and GBU" begitu isinya. Tidak lama ia mendapatkan balasan; "Terimakasih, hmm ini siapa, ya? Maaf, tidak ada namamu diponsel ini". Bukan hanya di ponselmu saja, bahkan aku tidak ada dihatimu atau fikiranmu, Saputra. Aku hanya masa lalu mu. Amel tentu saja takkan mau membalasnya. Ia akan terus mencintai Saputra dalam diam, karena dengan begitu dia masih mampu mengamati Saputra dari jauh.

Rumah Saputra berada didepan rumah Amel, jadi, berangkat atau pergi kemanapun Amel pasti bisa mengetahuinya. Tidak lama kemudian Saputra pulang, entah darimana. Kemudian  disambut oleh kedua orangtuanya. Ada satu buah kue tart yang dibuat khusus oleh orang tuanya untuk Saputra. "Happy birthday to you... Happy birthday to you" Amel masih bisa mendengar nyanyian itu dengan jelas. Tiba tiba saja air mata ini jatuh dengan sendirinya. Ada rasa bahagia melihat Saputa tertawa, ada rasa sedih karena Amel tak bisa berada sisi Saputra. Tapi, Amel tetap bersyukur, karena ia masih bisa melihat Saputra tertawa sekalipun dari kejauhan.

"Amel!!!!" Suara cempreng itu, ia sangat mengenalinya. Ah, iya, itu Riani dan Mega. Syukurlah kedua sahabatnya itu datang saat ia membutuhkannya. "lu kenapa, Mel?" Tanya Mega. "Hemm engga tadi gue liat Saputra dikerjain" kata Amel. "Terus kenapa? Pasti ada sesuatu" Sekarang, ganti Riani yang bertanya. "Jadi gini, tadi kan gue sms dia tuh, tapi gue telat, gue keduluan pacarnya, gue nyesel. Soalnya tadi gue sempet liat tweetnya gini; 'oh thanks baby, kamu yang ngucapin pertama'" Kata Amel. Memang, Amel kalah cepat dengan pacarnya Saputra itu. "Terus gue liat dia dikerjain gitu sama mamahnya" lanjut Amel. "Yaudah, sabar ya, semoga lu bisa ngucapin pertama tahun besok" jawab Mega. "Engga, semoga engga" kata Riani. Amel dan Mega lantas menoleh, "Ko engga?" tanya Amel "Ya engga, semoga tahun besok lu udah gasuka lagi sama dia. Move on baby, masih banyak cowok lain yang lebih pantas" jawab Riani. "Iya, yah. Amin deh, semoga gue bisa moveon" jawab Amel. Lantas Riani dan Mega mengamini "Amin.."
Tapi, Amel tidak yakin dengan perkataannya sendiri. Apa dia bisa menghilangkan perasaan tersebut? Perasaan yang telah lama mendominasi fikirannya. Biarlah, biarkan saja semua terjadi. Cinta tidak mengenal waktu, namun waktu yang tau seberapa besar cinta itu sendiri. Tuhan yang tahu kapan cinta ini akan menjadi indah, atau hanya kenangan yang singgah.

Puisi Senja

Senja yang tidak ada, kepada siapa aku bahagia. Apakah aku harus ikut serta dengan langit yang sedang merana?

Senja tetap ada, hanya saja ia tertutupi awan gelap. Andai kau ada disini, mungkin kau yang akan menjadi pencerahnya.

Senja kali ini terasa begitu hening. Ditambah lagi angin yang dingin. Aku hanya bisa bergeming.

Sebenarnya, tidak ada jingga sore ini. Tidak ada aku, kamu, ataupun kita. Yang ada hanyalah sepenggal cerita.

Senja kali ini terasa begitu kelabu, sama seperti ketika kau meninggalkanku

Aku tau, sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa memeluk senja meskipun aku sangat ingin memilikinya

Ku berlari mengejar senja, tak ingin kehilangannya. Namun senja berpaling, ia tenggelam. Mendatangkan malam yang kelam

Meskipun kau cepat berlalu seperti senja. Namun, perlu kau tau, biasmu masih tersimpan, dalam.

Senja, bisakah kau bertahan lebih lama lagi? mengapa kau begitu cepat berlalu, senja?tak taukah kau aku menantimu?

Tidak ada jingga sore ini. Ia tertutup oleh awan hita,. Ah, terasa semakin kelam. Apalagi mengingat malam yang geram

Senja tak pernah utuh, jingganya masih tertinggal di jejakmu yang kini membelakangiku


Sepenggal Puisi untuk Hujan


Hujan bukan menghilangkan jejak. Justru ia menuntut untuk mengingatnya kembali, ditambah lagi rindu yang tak terakhiri.

Langit sedang berbicara. Menumpahkan amarahnya kepada bumi. Bumi yang menginginkan mentari hanya pilih bungkam, seolah mengerti walau ternyata sakit hati.

Hujan datang ditengah tengah kenangan kita. Seolah ia tak mau melupakannya

Senja yang tidak ada, kepada siapa aku bahagia. Apakah aku harus ikut serta dengan langit yang sedang merana?

Hujan memanipulasi tangisanku.

Aku belajar dari hujan; tentang ia yang merintih dan menangis namun masih tetap berjuang untuk memberikan sejuknya ke alam.

Andaikata jarak kita sejauh bumi dengan langit. Biarkan hujan yang akan mempersatukan kita di senja kali ini.

Senja tetap ada, hanya saja ia tertutupi awan gelap. Andai kau ada disini, mungkin kau yang akan menjadi pencerahnya, menggantikan matahari.

Ku titipkan rindu kepada rintik hujan. Agar ia merasakan bagaimana sejuknya. Meskipun aku tetapterabaikan

Lagit berkelabu. Tak ada jingga sore ini. Hujan menitipkan rindu kepada para pembungkam.

Ingin rasanta aku menghibur langit yang bersedih, agar ia tahu; ada aku disini










12/22/2012

Puisi

Hujan datang pagi hari ini
Rintiknya membasahi tanah yang memulai mengering
Memasuki celah celah tanah yang mulai retak
Meniggalkan aroma, aroma kerinduan
Hujan mengguyur pagi ini
Meninggalkan genangan, aku menyebutnya genanangan kerinduan
Rintik hujan terus turun hingga saat ini
Ah, entah mengapa saat ini aku tak suka lagi dengan hujan
Rintiknya turun mengingatkankutentang kenangan
Airnya menggenang seperti kerinduan yang tak tersampaikan
Aroma tanah seperti racun cinta yang dulu kau pernah berikan

wet welcome to my blog. ini pertama kali gue buat tulisan disini, mungkin nanti gue bakal nulis apa aja disini. entah itu cerita, puisi, prosa atau yang lainnya. so, enjoy it!