Pages

12/27/2012

Bukan mencintai, melainkan cara mencintainya yang melelahkan




Bukan mencintai, melainkan cara mencintainya yang melelahkan. Saya membaca kalimat ini di buku Kala-Kali. Kata kata ini benar, sangat benar, dan ketika saya membaca ini, saya mengingat seseorang yang saya cintai, bahkan hingga detik ini. Hmm.. Mungkin ada sepenggal kata untuk dirinya disana.

Aku, adalah penyanyi, yang berteriak sendiri dalam nyanyianku. Meskipun begitu kau tetap tak menghiraukanku. Dan kau asik dengan tarianmu sendiri, sedangkan aku, terabaikan. Aku, adalah penyanyi, dengan suara ku yang kian parau, tetap, ku nyanyikan lagu untukmu. Aku terus bernyanyi hingga aku menyadari semuanya hanya sia-sia. Aku telah lelah untuk hanya sekedar mengucapkan kata didalam nyanyianku sendiri. Suara ku parau, tetap kau anggap aku sedang bergurau.Lagu ini terlalu sulit utnuk ku selesaikan. Ditambah kau yang tidak mendengarkan. Lalu apa gunanya aku menyanyikan?

No comments:

Post a Comment