Part 4: Hari kedua pacaran
"Ya, pinjam hapemu dong" pinta Aya. "Ambil aja ditas" Lalu Aya beralih ke tas Ara dan dia menemukan ponsel tersebut di resleting pertama, tempat biasa Ara menyimpan ponselnya. Aya meminjam ponsel Ara untuk meminta satu sms untuk mamahnya, tetapi Aya tidak sengaja melihat tulisan 'my beloved Ian?' Ian? Aya terkejut melihat tulisan tersebut. Aya melirik Ara sebentar untuk memastikan, ah ternyata Ara masih sibuk dengan tugasnya. Aya lalu membuka pesan singkat dari Ian. "Ya ampun ternyata ini anak udah pacaran" kata Aya dengan volume sedikit keras. Ara sontak menoleh, ia lupa menghapus pesan dari Ian. Sebetulnya memang ia tidak ingin menghapus pesan tersebut, biarkan itu tetap ada disana. "Eh, liat apa lu?" tanya Ara. "Lu udah jadian sama Ian? Astaga tega ya engga cerita cerita. Utang cerita lu sama gue" protes Aya. Ara malu jika yang lainnya mendengar, apalagi sebentar lagi bel masuk akan berdering, dan pastinya anak anak sudah berada didalam kelas. "Sssstt.. kata Ara sambil menempelkan jarinya ke bibir. Jangan berisik" lanjut Ara. Aya lalu menoleh ke belakang, dan mendapati Ian sedang ngobrol dengan Adit, teman sebangkunya "Eh, lu jadian sama Ara?" tanya Aya kepada Ian "Iya" jawab Ian dengan santainya. "WEY IAN SAMA ARA UDAH JADIAN WEY!!!!" Teriak Aya didepan kelas. Ara lantas menarik tangan Aya. "Kringg!!!" Bel masuk berbunyi. Ara bersyukur bel segera berbunyi, setidaknya ia tidak jadi bulan-bulanan saat ini. Setelah Aya duduk dikursinya, lalu Ara menyubit lengan Aya dan berkata "Rese!" Aya hanya tertawa melihat temannya tersebut, ada rasa bahagia dan geli juga. "Akhirnya jadian juga mereka" kata Aya diam diam
Dan, benar saja, satu hari ini Ara dan Ian terus menjadi bahan godaan satu kelas. Ada rasa senang meliputi diri Ara, tetapi ada rasa malu sekaligus kesal juga.
Sepulang sekolah Ian menyempatkan diri untuk sekedar mengobrol dengan Ara. "Ra, langsung pulang?" tanya Ian. "Engga, gua mau les nanti, ini kan hari selasa" jawab Ara masih sibuk membereskan alat tulisnya. "Oh iya, udah selesai kan beresin bukunya? kebawah yuk" ajak Ian "Ayo" jawab Ara. Baru saja Ian dan Ara melangkahkan kakinya keluar, tiba tiba Aya berkata "Kayanya disini engga cuma kalian berdua ya" ucap Aya pura pura jutek. Ara dan Ian memberhentikan langkahnya dan tertawa bersamaan "Oh iya, turun yuk Aya, imut" kata Ara merayu "Udah ayo turun, Ya, lama bener" tambah Ian. Lalu Aya menghampiri mereka berdua "Kalian yang langgeng ya, gue seneng liat kalian kaya gini" Kata Aya. Kemudia Ian dan Ara mengamini perkataan Aya. "Lu juga cepetan ya cari cowo, biar engga jadi nyamuk kita" kata Ian sambil bercanda "Kurang ajar lu, Ian!" jawab Aya "Udah ih, udah, ayo Ya kita berangkat les, nanti telat lagi" kata Aya "Yaudah hati-hati ya, Ra" kata Ian "Cuma sama Ara doang nih? Sama gue engga?" Tanya Aya. "Iya, lo juga hati hati" Lalu mereka tertawa bersamaa. Kemudan Aya dan Ara segera berangkat ke tempat lesnya. Dan Ian pulang kerumahnya.
No comments:
Post a Comment