![]() |
| Ada yang ingin disangkal Sakura saat dua manusia saling menyapa, menenggelamkan asa yang ada |
![]() |
| Kepergian yang sudah sudah hanya menambah kehilangan dalam diriku. Dan juga setumpuk kenangan yang tertinggal dalam kotak memori |
![]() |
| Buku buku yang ku baca tak cukup menjelaskan bagaimana rindu ini tercipta. |
![]() |
| Ikatan janji yang pernah ada, kini hanya tinggal pengorbanan sebelah pihak diatas puing puing kesetiaan yang tersisa |
![]() |
| Jika saja rindu dapat ter kikis oleh gulungan ombak. Mungkin, rasa pilu nya tak akan sebesar ini. |
![]() |
| Kata orang, Paris adalah kota romantis. Maka aku akan memilih kamu sebagai teman ku di kota itu. |
![]() |
| Untuk apa aku menulis tergesa gesa tentang cinta. Hanya dengan bertemu denganmu saja aku tau arti yang sebenarnya |
![]() |
| Jika aku mengatakannya, mungkin hanya sia sia. Maka aku memilih untuk menulis. Dengan begitu, aku masih bisa berharap suatu saat kau mau membacanya. Dan ter sadar..., itu untukmu. |
![]() |
| Rindu.., ia terlalu keras untuk disangkal. Terlalu egois untuk datang. Terlalu sulit untuk menyampaikan. Namun, terlalu sakit untuk di pendam. |
![]() |
| Itulah cinta.., tak sesederhana saat kau mengucapkannya |
![]() |
| Se pudar itukah cinta? Sampai sampai engkau tak lagi meluangkan waktu untuk kita. Atau hanya sekedar bertegur sapa |
![]() |
| Ku tiup kan rindu untukmu. Berharap kau turut merasakannya. |
![]() |
| Jika waktu yang tersisa terlalu singkat. Maka aku akan berdoa suatu saat nanti kita dipertemukan dalam kisah yang berbeda |
![]() |
| Masa lalu terlalu hitam untuk di ingat. Namun terlalu putih untuk dilupakan |
![]() |
| Kenangan kenangan yang ku tulis sudah lusuh dimakan waktu. Tapi aku percaya, ada hal yang disebut abadi; memori. Anonim |















No comments:
Post a Comment