Pages

12/25/2012

Amel's Story

Part 1: Ulangtahun Saputra
Ini adalah alkisah seorang perempuan yang mencintai teman lamanya sendiri dalam diam. Laki laki itu bernama Saputra. Amel sendiri mempunyai empat sahabat; Mega, Riani, Aisyah, Diah. Dan, Saputra sendiri adalah teman masa kecilnya sekaligus cinta pertamanya. Entah sejak kapan perasaan itu mulai muncul menemani hari harinya. Menurutnya, cintanya hanyalah cinta yang tak pernah terungkapkan dan hanya menjadi cinta yang terus membungkam. Cinta.. banyak sekali orang orang berbicara dengan cinta, jadi bagaimana ia bisa tahu kala ia sedang jatuh cinta? Terkadang, cinta disalah artikan oleh beberapa orang.

Seperti yang dikatan di awal, Saputra hanyalah teman lama Amel. Saat ini mereka masih berteman, tentu. Hanya saja mereka tidak sedekat dahulu. Ada jarak yang membatasi. Apalagi dengan hadirnya wanita lain yang menemani hari hari Saputra, hanya menambah luka dihati. Jika ini bukan cinta, mengapa ada sakit disaat dia tak ku miliki?

"Hari ini Saputra ulang tahun, Tuhan. Lalu aku harus bagaimana?" lirih Amel. Amel memutar otak untuk mencari cara agar ia bisa mengucapkan selamat ulang tahun ke Saputra tanpa ia mengetahui siapa dirinya. "Ah iya, sms dengan nomor lain tanpa beritahu identitas" Ya, ini dia ide yang tiba tiba muncul dari otaknya. Tria lalu segera mengetiknya "Hai.. Selamat ulangtahun, sehat selalu, makin makin, WYATB and GBU" begitu isinya. Tidak lama ia mendapatkan balasan; "Terimakasih, hmm ini siapa, ya? Maaf, tidak ada namamu diponsel ini". Bukan hanya di ponselmu saja, bahkan aku tidak ada dihatimu atau fikiranmu, Saputra. Aku hanya masa lalu mu. Amel tentu saja takkan mau membalasnya. Ia akan terus mencintai Saputra dalam diam, karena dengan begitu dia masih mampu mengamati Saputra dari jauh.

Rumah Saputra berada didepan rumah Amel, jadi, berangkat atau pergi kemanapun Amel pasti bisa mengetahuinya. Tidak lama kemudian Saputra pulang, entah darimana. Kemudian  disambut oleh kedua orangtuanya. Ada satu buah kue tart yang dibuat khusus oleh orang tuanya untuk Saputra. "Happy birthday to you... Happy birthday to you" Amel masih bisa mendengar nyanyian itu dengan jelas. Tiba tiba saja air mata ini jatuh dengan sendirinya. Ada rasa bahagia melihat Saputa tertawa, ada rasa sedih karena Amel tak bisa berada sisi Saputra. Tapi, Amel tetap bersyukur, karena ia masih bisa melihat Saputra tertawa sekalipun dari kejauhan.

"Amel!!!!" Suara cempreng itu, ia sangat mengenalinya. Ah, iya, itu Riani dan Mega. Syukurlah kedua sahabatnya itu datang saat ia membutuhkannya. "lu kenapa, Mel?" Tanya Mega. "Hemm engga tadi gue liat Saputra dikerjain" kata Amel. "Terus kenapa? Pasti ada sesuatu" Sekarang, ganti Riani yang bertanya. "Jadi gini, tadi kan gue sms dia tuh, tapi gue telat, gue keduluan pacarnya, gue nyesel. Soalnya tadi gue sempet liat tweetnya gini; 'oh thanks baby, kamu yang ngucapin pertama'" Kata Amel. Memang, Amel kalah cepat dengan pacarnya Saputra itu. "Terus gue liat dia dikerjain gitu sama mamahnya" lanjut Amel. "Yaudah, sabar ya, semoga lu bisa ngucapin pertama tahun besok" jawab Mega. "Engga, semoga engga" kata Riani. Amel dan Mega lantas menoleh, "Ko engga?" tanya Amel "Ya engga, semoga tahun besok lu udah gasuka lagi sama dia. Move on baby, masih banyak cowok lain yang lebih pantas" jawab Riani. "Iya, yah. Amin deh, semoga gue bisa moveon" jawab Amel. Lantas Riani dan Mega mengamini "Amin.."
Tapi, Amel tidak yakin dengan perkataannya sendiri. Apa dia bisa menghilangkan perasaan tersebut? Perasaan yang telah lama mendominasi fikirannya. Biarlah, biarkan saja semua terjadi. Cinta tidak mengenal waktu, namun waktu yang tau seberapa besar cinta itu sendiri. Tuhan yang tahu kapan cinta ini akan menjadi indah, atau hanya kenangan yang singgah.

No comments:

Post a Comment