Pages

12/26/2012

Ara's Story

Part 2: Hari sakit Ara



"Ya, bilangin gue sakit ya" begitu isi pesan dari Ara untuk Aya, teman sebangkunya. Hari ini Ara tidak masuk sekolah karena sakit. Sebenarnya ia ingin sekali masuk, karena ia tidak ingin ketinggalan pelajaran dan tak lain yaitu ingin ketemu Ian. Tetapi, dokter bilang Ara harus istirahat terlebih dahulu, jadi dia mengikutin perkataan dokter atau penyakitnya tambah parah.

Jam pulang sekolah sudah sejak satu jam yang lalu. Tiba tiba ponsel Ara bergetar, tanda sms masuk. "Ra, lu sakit apa?" Ternyata pesan itu adalah dari Ian. Betapa senanganya Ara mendapatkan pesan singkat tersebut. Lalu Ara segera mengetik balesan untuk Ian "Biasa yan, maag gue, terus badan gue lemes banget". Ara memang mempunyai penyakit maag yang cukup parah. Dan tidak perlu menunggu lama pesan tersebut di balas oleh Ian "oh.. Cepet sembuh, ya" begitu isinya. "Iya, terimakasih.Oh ya, tadi ada tugas apa?" Sebenarnya Ara sudah tahu ada tugas apa saja hari ini. Tetapi, ia berpura-pura tidak tahu agar ia dapat berkomunikasi dengan Ian lebih lama. "Rasanya jika tidak bertemu seseorang yang kita suka satu hari aja, ada yang berbeda ya" kata Ara berbicara sendiri. Tidak lama kemudian ada pesan masuk, siapa lagi kalo bukan Ian. "Tadi ada ulangan TIK, terus ngoreksi MTK yang tugas minggu kemarin, PKN sama bahasa Indonesia cuma mencatat aja" isi balasan Ian. "Oh.. ulangan TIK susah engga?" Tanya Ara masih ingin berlama lama SMS-an dengan Ian."Tidak, gampang ko". Ara tidak mempunyai ide lain untuk mencari bahan pembicaraan. Dan, akhirnya Ara hanya membalas "Terimakasih". Ara fikir nanti Ian hanya membalas 'sama sama' saja, tapi ia salah, Ian membalas lebih dari itu; "Oke, sama sama, jangan lupa minum obat, cepat sembuh ya". Ara sangat senang menerima balasan seperti itu. Siapa coba yang tidak senang mendapatkan balasan seperti itu, apalagi orang itu adalah orang yang kita cintai. Ara segera membalas sms Ian "Iya Ian" Dan, selesai. Hanya sampai disitu. Tapi, sebelum Ara tidur, kata kata Ian terus membayangi fikirannya "minum obat ya, cepet sembuh" kata Ara kepada dirinya sendiri dan masih dengan senyumannya.

                                                                          ****



Keesokan harinya Ara sudah merasa lebih baik. Ia tidak ingin membuang buang waktu. Ia masuk sekolah hari ini. Setelah Ara meletakkan tasnya diatas meja, tiba tiba Ian mencolek punggung Ara dari belakang, Ara lantas menoleh. "Sudah sembuh?" tanya Ian. Sudah, apalagi dengan melihat kamu pagi ini, membuat aku lebih bersemangat menjalani hari hari ku. Ara tidak langsung berbicara seperti itu, Ia hanya berkata "Sudah" Tidak lupa ia melemparkan senyumnya ke Ian. "Alhamdulillah" jawab Ian. Tiba tiba Aya menghampiri mereka dengan membawa beberapa lembar kertas "Ini, hasil ulangan TIK kemarin" Kata Aya lalu memberikan selembar kertas untuk Ian. "Gue lihat, Ian" Pinta Ara."Nih, liat ini" Kata Ian sambil menunjukan nilainya. "Katanya gampang, ko cuma dapet segini?" protes Ara. Ara fikir nilai Ian besar, ternyata, Ian hanya mendapatkan nilai 79. "Iya memang gampang, makanya sampe dapet nilai segitu" balas Ian sambil tertawa. Ian.. Ian.. Ada ada saja kamu. Andai kamu tahu perasaan ini, ian, apa kamu masih bersikap terus seperti ini? Aku mencintaimu, ian, sekarang, semoga sampai nanti. Mungkin aku akan kehilangan kamu nantinya. Tapi sebelum itu terjadi, aku akan selalu menjadi teman kamu, bersenda gurau, sampai saatnya aku bisa merelakan perasaan ini, dan hanya terus sebagai temanmu saja, tanpa ada yang spesial.

No comments:

Post a Comment