Mungkin hanya dengan tulisan aku bisa menitipkan pesan untukmu.
1/02/2013
Merindu
Entah apa yang ku rasakan saat ini. Sedih, senang, kehilangan, rapuh, marah, galau? Entahlah. Hanya saja, aku rindu kepadamu. Entah kepada dirimu, atau kepada kenangan kita. Atau mungkin dua duanya. Tapi rasanya aku seperti kehilangan dirimu sejak kita tak pernah lagi bertemu. Rasanya rindu ini melilit paru paru, alhasil aku sulit bernafas. Mungkin itulah yang aku rasakan. Aku rindu padamu, amat sangat rindu, hanya saja, aku tidak ingin kau tahu, atau memberi tahu. Ingin rasanya bertemu, namun itu tidak mungkin. Aku ingin berbalik arah, ke belakang, mengulang segalanya. Merasakan disetiap detiknya. Tapi, itu hanya angan angan saja, tidak akan pernah benar benar terjadi, karena semua itu hanyalah sebatas kenangan saja. Dengan keberadaannya dibelakang, membuatku terus menengok ke arah sana, dan, tersandung didepan. Aku tidak pernah tahu betul akibat merindu. Sebab rindu terjadi begitu saja, tak pernah ku minta. Hati ini sepertinya sudah lama menunggu, tapi tak pernah bertemu. Pernah aku menemukan penggantimu. Tapi, setelah itu aku sadar; hati ku telah memilih kamu, tempat aku pulang. Tempat aku berteduh, tempat aku beristirahat. Jadi, aku tidak pernah benar benar mendapat penggantimu. Memang, saat bersamanya aku merasa tenang, nyaman, tapi hanya sementara. Setelah itu, kembali, aku teringat dirimu. Kamu itu seperti hujan; memberikan aroma yang berbeda, jika kamu tidak ada, aku akan mencarinya, semua orang akan memerlukan kamu, tapi, jika kamu datang terus menerus, membuatku diam, mengurung diri di dalam rumah, merasakan di setiap tetesan yang jatuh. Untuk kamu yang ku rindukan, kembalilah, akan ku jelaskan bagaimana hati ini merasakan, menunggu ketidakpastiaan, berharap kamu turut merasakan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment