Pages

2/08/2013

Menonton film, mengingat kita


menonton film. mengingat kita

semesta di mana orang-orang bijak mabuk mengelilingi meja kayu besi sambil membahas masa depan kita. udara terbuat dari asap. aku dan kau merangkak di tanah seperti ular sebelum kaki-kakinya hilang. langit pada musim-musim tertentu jatuh seperti potongan-potongan jigsaw . jutaan simbol matematika menggantung di kabel-kabel telepon dan lampu-lampu jalan. bunga-bunga akan memberi petunjuk saat kita kehilangan arah.
semesta di mana waktu hanya ada di cangkir-cangkir teh. kehidupan nyata ibarat dunia kartun dan kartun terlihat seperti kehidupan nyata, dan keduanya adalah sepasang tetangga yang tidak saling percaya. memori dikosongkan setiap pukul 6 sore, seperti matahari tenggelam, untuk diisi berita malam yang membicarakan keluarga kita.
semesta di mana kau dimakan singa dan aku menunggumu di mulutnya memegang tanda bertuliskan nama aslimu yang tidak pernah kautahu sebelumnya.
semesta di mana setiap kali kau menyentuh gelas dengan tangan kosong, kau merasakan bisikan yang mendesahkan. lengan dan kaki tidak diperlukan samasekali. kita bercinta dengan menuangkan cahaya ke mata satu sama lain.
semesta di mana furnitur adalah hewan-hewan peliharaan kesayanganmu. botol-botol anggur diisi dengan kelopak bunga untuk disajikan kepada bayi kita yang baru lahir.
semesta di mana setiap kali matahari terbit, di kepalamu tumbuh sulur-sulur tumbuhan beracun. setiap kali matamu berkedip, aku seperti mendengar gelegar petir.
semesta serupa yang kita huni, tetapi aku tidak pernah ada di sana.

karya: @hurufkecil

No comments:

Post a Comment