di kamar tidur
1.
belajar kesepian. seperti gelas
kosong, sepenuhnya melepaskan dunia
yang pernah mengisi dan menggenggamnya.
tidak apa-apa lagi miliknya kecuali bening
memori.
kosong, sepenuhnya melepaskan dunia
yang pernah mengisi dan menggenggamnya.
tidak apa-apa lagi miliknya kecuali bening
memori.
yang kubutuhkan semata pengetahuan
angin ketika musim hujan: air mata
yang berjatuhan karena semangat
butuh istirahat.
angin ketika musim hujan: air mata
yang berjatuhan karena semangat
butuh istirahat.
2.
menjadi pastel. dari dinding hijau
dan kuning, juga putih tulang.
dan kuning, juga putih tulang.
seorang sengaja menumpahkan
cat itu lalu tumbuh sebagai hutan
di mataku.
cat itu lalu tumbuh sebagai hutan
di mataku.
dan sebagaimana kehidupan
kepada anak kecil dalam diriku,
ada rahasia yang ingin dibagi
menjadi mimpi indah di sana.
kepada anak kecil dalam diriku,
ada rahasia yang ingin dibagi
menjadi mimpi indah di sana.
dan kepada seorang lagi yang mengaku
bijaksana, memilih bertanya-tanya
dan membuatku tidak bisa tidur.
bijaksana, memilih bertanya-tanya
dan membuatku tidak bisa tidur.
3.
menelponmu. tengah malam.
apakah engkau ada di sana?
apakah engkau ada di sana?
apakah kau
apakah engkau ada di sana?
apakah kau
aku bertanya-tanya. apakah cuaca kurang sehat
atau engkau sedang tidur memimpikanku.
atau engkau sedang tidur memimpikanku.
dering teleponku seperti suara yang memanggil
dirinya sendiri
dirinya sendiri
seperti lagu mencari seorang penyanyi
atau cabang mati menunggu angin datang
mematahkan dan menjatuhkannya.
atau cabang mati menunggu angin datang
mematahkan dan menjatuhkannya.
seperti seorang pengelana mencari tuhan
agar mampu menemukan dirinya kembali.
agar mampu menemukan dirinya kembali.
karya: @hurufkecil
No comments:
Post a Comment