Di sepertiga malam, rindu belum jua menyerah
Tidak ingin mengalah,
Justru ia terus beringar bingar
Menggerogoti seonggok daging
Cahaya cahaya lampu silau
Seolah ingin menggantikan sinar mentari
Namun, tetap saja, semuanya terasa gelap, mati
Harapan harapan yang tadinya ku percaya dapat terwujud
Namun sekarang ia hanya bergantungan pada sepenggal kenangan tanpa tepi
Hanya bergantungan, tidak ada yang menghiraukan
Di sepertiga malam, aku teringat lukisan
Lukisan yang dulu pernah kau berikan
Sebagai kado ulang tahun ku
Tapi, seperti yang ku katakan sebelumnya; hanya lukisan. Benda mati.
Tidak ada yang hidup disana, kecuali kepingan masa lalu
Yang masih tersangkut pada waktu lampau
Di sepertiga malam, aku bermimpi
Bermimpi untuk bertemu denganmu lagi
Tapi, itu hanya sebatas mimpi,
Tak pernah terjadi
Di sepertiga malam, aku bercerita
Tentang manisnya kisah
saat saling mencintai
Di sepertiga malam, aku termenung
Mengingat nasib seorang diri
Dan, aku baru sadar,
Hidup ku sepi, tanpa kehadiranmu lagi.
No comments:
Post a Comment